Sebuah Cerita Ungkapan Ceria

"let's walk through this journey of life together" - RM

Tampilkan postingan dengan label cerita dan keluh kesah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita dan keluh kesah. Tampilkan semua postingan

Jambore Stand Up Comedy 2019

Hari ini tepat seminggu acara Jambore Stand up Comedy selesai. Rasanya masih belum sepenuhnya bisa move on. Dari acaranya, dari Coban Rondo-nya,dan terutama dari para komikanya. Setelah beberapa tahun tidak mengikuti stand up comedy, mengikuti saja tidak apalagi menonton. Jelas terlupakan. Hidupku terlalu penuh dengan oppa-oppa. Tapi setidak mengikutinya, beberapa kali masih menonton acara SUCA di Indosiar, walaupun tidak rutin karena tengah malem broooo. Tidak nonton SUCI karena di malang tidak ada Kompas TV. Eh, nonton sih sekali-kali di Youtube.

Sekitar bulan Maret waktu Bang Awwe dan Adjisdoaibu mengumumkan lewat youtube-nya Raditya Dika, rasanya udah deg-degan. Mulai nyoba ajak beberapa teman yang punya rencana untuk kemping bersama, tapi gagal. Mereka bukan penggemar stand up comedy yang rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk kemping. Karena kemping hore hanya butuh tekad. ^^ Awalnya  yang hanya dibilang akan ada hajatan di Malang, lama-lama mengerucut ke Batu. Dan puncaknya diumumkan di Coban Rondo. Duhh… Kenapa harus Coban Rondo? Coban Rondo adalah bagian dari kenangan indah yang tak boleh diingat-ingat. Bahaya.

Tapi biarlah. Nekat beli tiket pada waktu early bird padahal nggak punya temen berangkat. Waktu itu mikirnya, kalau nggak berani kemping sendiri, pulang tidur rumah, paginya balik lagi ke sono. Yhaaaa…

Tapi untunglah, mendekati hari H ada yang berhasil dihasut. Siapa dia? Nanti akan dijelaskan lebih lanjut.

Oke. Mari kita mulai. Lhaaa.. Dari tadi ngapaiiiin?

Tanggal 12 Juli 2019 datang, tapi masih bingung, ini acara dimulai jam berapa ya? Nanya panitia lewat DM (Direct Message) hanya dijawab pagi. Ya pagi kan juga punya jam. Waktu itu lihat pengumuman teman-teman yang menumpang Shuttle katanya dijemput jam 9, maka tenanglah saya. Hari Jum’at pasti pada sholat jum’at dulu kan ya.  Jadi selesai sholat jum’at saya mulai packing. Hahaha. Ngomong-ngomong saya nggak sholat jum’at ya.

Packing seadanya dengan pikiran kalau ada yang ketinggalan ya pulang, menjadi packing tersingkat mengingat perginya selama 3 hari. Selesai packing bukannya buru-buru berangkat, tapi masih mbuleeeeeet aja. Akhirnya berangkat selesai Ashar. Dan eng ing eng, udah jalan dong acaranya. Baru duduk di area stage, langsung Barry @Jekibarr dooong. Belum siap mendengarkan dengan baik, tapi sudah siap tertawa. Jadinya sepanjang beliau stand up saya tertawa tapi tidak ingat apa materinya. 

Sejujurnya, dari 100% penampilan semua komika saya hanya ingat 10% saja. Bukan materi mereka tidak bagus atau gimana, bukan. Tapi otak saya saja yang sebagian beku. Saya tidak terlalu bisa mengingat banyak hal, tapi kalau diingatkan saya bisa ingat biasanya. Insya Allah. ^^
Atau mungkin juga karena terlalu bahagia sampai saya tidak ingat apapun selain bahagia saya. Yhaaaa..

Beberapa komika setelah Bang Barry sungguh saya tidak tahu mereka siapa. Benar-benar baru pertama kali mendengar namanya. Setelah itu, sesi selesai, padahal belum satu jam kita duduk di situ, eh udah break aja. Ya sudah kita balik ke kandang. Eh.

Untung area perkemahan yang dipilih bukan di area paling atas, jadi masih aman hati saya. Duuhhh..

Mulai dingin tapi belum terlalu dingin. Belum sedingin sikap kamu kok. Yhaaaaa… Kembali ke tenda dengan perasaan aneh. Kenapa? Mungkin salah satunya adalah berada di tempat yang sama dengan komika-komika idola. Gimana nggak bingung, mereka yang biasanya cuma dilihat di layar kaca, tiba-tiba papasan waktu mau buang hajat, sedang diam jalan sendiri tiba-tiba di belakang  terdengar segerombolan orang mengobrol yang suaranya tidak asing, ternyata mereka. Ya siapa yang menyangka kalau orang-orang hebat itu berjalan selangkah di belakang saya. Yhaaa..

Dan yang aneh satu lagi adalah menginap bersama satu teman ini. Kami berteman dari sebelum TK rasanya. Bukan tetangga, tetapi keluarga kami saling kenal satu sama lain. Ya begitulah tinggal di desa, satu desa adalah keluarga. ^^
TK, SD kami satu sekolah, tapi tidak terlalu dekat, karena jarak rumah agak jauh dan berada di blok yang berbeda, jadi ketika dibagi kelompok belajar, kami tidak pernah satu kelompok. Kami bersama jika kami sama-sama diikutkan lomba ini itu. SMP, SMA kami berpisah sekolah tapi di awal SMP masih diberi kesempatan bersama karena les sempoa. SMA sama sekali kehilangan kontak. Dan sepertinya kami berjodoh. Kami dipertemukan kembali di kampus, tetapi tidak satu angkatan. DIa jadi kakak tingkat saya. Beda jurusan dan semua kemampuan otak kami jauuuuuh berbeda. Dia menyelesaikan S2 saat saya baru setahun lulus S1. 
Setelah sama-sama menjalani kehidupan masing-masing, kami malah lebih sering bertemu. Tidak terlalu sering sih, hanya sesekali nonton bioskop dan dilanjutkan makan dan cerita tanpa ujung.

Break pertama itu kami habiskan dengan bercerita kesana-kemari seolah-olah bertahun-tahun tidak bertemu.  Semua tentang kami berbeda, tapi begitulah manusia, takkan tahu orang seperti apa yang akan melengkapinya. Ya, malam itu saya merasa lengkap. Oiya, malam itu adalah malam pertama kami menginap bersama lagi setelah sembilan belas tahun lalu. Iya. Sembilan belas tahun. Terakhir kami mengikuti acara jurit malam yang diadakan Tapak Suci yang kami ikuti waktu SD.

Sudah. Sudah. Jangan biarkan saya bercerita tentang ini lebih lanjut. Karena ini adalah tulisan tentang  Jambore Stand Up Comedy 2019, bukan masa tentang persahabatan satu orang tinggi dan satu orang gemuk. ^^

Setelah isya acara dilanjutkan lagi. Kali ini komika yang tampil hampir semuanya tahu. Meskipun tidak pernah melihat sebelumnya, paling tidak namanya sering disebut di vlog komika yang lain atau di Ghibah.

Tidak banyak yang bisa saya jelaskan di sini, soalnya saya tidak begitu ingat detailnya. Maafkan saya. Tapi satu yang saya ingat, beberapa kali saya papasan dengan Bang Awwe saat hendak ke kamar mandi. Entah kenapa. :D Saya hanya mampu menunduk, deg-degan. Ternyata aslinya jauh lebih menawan dibanding melihatnya di TV atau youtube.

Oiya, biasanya kalau acara off air seperti ini, materi-materi yang dibawakan lebih liar. Penggemar stand up comedy pasti tahu. Para komika lebih bebas mengekspresikan  apa yang ada di pikirannya tanpa harus memedulikan sensor ataupun akan ada yang tersinggung atau tidak. Karena penonton sudah siap dengan segala konsekuensi. Penonton datang dengan hati yang sangat siap mendengar materi bentuk apapun. Yang terpenting bagi kami penonton adalah menemukan alasan untuk tertawa. Itu alasan saya sih. Saya datang untuk mencari alasan untuk tertawa terbahak-bahak tanpa harus peduli pandangan orang, Stress reliever ya namanya?

Setahu saya, yang saya pelajari ketika mejadikan stand up comedy sebagai objek penelitian untuk mengakhiri penderitaan masa kuliah saya, ada beberapa genre dalam komedi. Salah satunya adalah Blue comedy. Komedi kotor gitu, yang nggak jauh-jauh dari seputar selangkangan. Dan pengalaman beberapa kali menonton langsung acara stand up comedy, blue comedy ini yang sering dipakai untuk mengangkat emosi penonton ketika penonton mulai dingin. Pasti tiap komika punya materi blue dalam set list mereka, termasuk di Jambore ini.

Tapi entah saya saja yang merasa atau memang begitu adanya, malam pertama jambore hanya beberapa materi blue yang direspon baik, sisanya cuyuuuuung (dalam bahasa korea artinya diaaaam). Malam itu memang dingin banget. Mungkin itu yang membuat penonton tak begitu respon. Otaknya beku. Apalagi. ^^

Oh iya, ada yang saya ingat malam itu. AfifXfi  closing dengan memecah kelapa, degan sih kayaknya. Trus diminum kayaknya seger banget. Fico yang mempraktekkan susahnya sholat jamaah bagi orang gemuk dengan begitu luar biasa. Dan Alyakbar yang baru pertama kali saya tahu orangnya, tetapi berhasil menutup malam dengan kampret sekali. Ekspektasi saya terhadap komika-komika baru benar-benar diporak-porandakan. Jujur, saya masih menilai angkatan lama komika yang terbaik bagi saya. Karena saya mengikuti stand up comedy pada jaman itu. Setelah skripsi selesai lelah rasanya dan ingin istirahat sejenak dari penggemar stand up comedy. Dan agaknya terlalu lama saya istirahat. Terlalu banyak yang saya lewatkan, yang kalau saya coba kejar lagi sekarang tidak akan mungkin bisa terkejar juga. Terlalu buwanyaaaakk. Dan saya juga tidak sadar kalau komunitas yang ada di kota saya juga sudah hilang. Beberapa kali saya menonton acara mereka padahal. Memang konsisten itu pekerjaan paling susah sedunia.

Oiya. Alyakbar benar-benar luar biasa. MVP-nya Jambore menurut saya Alyakbar. Tidak hanya untuk malam itu, tapi secara keseluruhan. Benar-benar kampreeeeettt. Saya benar-benar puas tertawa malam itu. Benar-benar seperti hilang seluruh masalah dalam hidup ini.

Malam berakhir dengan karaoke bersama RuruRadio yang dipandu oleh Bang Adjisdoaibu. Lagu-lagu yang diputar dari berbagai genre. Dangdut, pop, indie, daerah, ah buanyak banget. Tapi lebih banyak yang tidak kupahami lagu apa itu. Maklum selama ini saya adalah pendengar hanya lagu-lagu pop lawas dan lagu oppa-oppa, saya tidak mengerti lagu yang banyak digemari remaja masa kini.

Malam itu saya pikir bisa tidur dengan tenang. Ternyata salah. Duingiiiiin banget. Gusrak-gusruk nahan dingin. Ketika hidung saya mulai terasa dingin, berarti saya harus lebih keras lagi menahan dingin udara Coban Rondo yang penuh kenangan hangat itu.

Oke . Bersambung ya.
Saya sambung di postingan selanjutnya.
Annyeong..

Baca selanjutnya.. :)

Empat Puluh Hari tanpa Bapak



Minggu, 22 April 2018, tepat empat puluh hari Bapak pergi. Kepergian yang begitu tiba-tiba. Meski sudah diberi alarm sejak hampir dua bulan sebelumnya, tetapi tetap saja waktu dua bulan masih saja belum cukup bagi kami untuk benar-benar siap ditinggal oleh Bapak.

24 Januari 28 tahun silam, saya lahir ke dunia ini. Tradisi kecil keluarga kami, entah dimulai sejak kapan saya tak begitu mengingatnya. Yang jelas setiap ada salah satu diantara kami yang berulang tahun, kami akan makan keroyokan di loyang seng yang tidak begitu besar, tapi sangat besar jika dimakan seorang diri. Meski hanya ada nasi goreng seadanya (karena membuat nasi kuning itu ribet sekali) yang diberi campuran telur dadar dan sosis siap makan yang dijual eceran di warung-warung. Setidaknya empat kali setahun kami melakukan itu (Bapak dan adik pertama berbagi hari ulang tahun) dan meski sederhana kami bahagia melakukannya. Kami keluarga yang tidak begitu pandai berbicara satu sama lain, sertidaknya empat kali setahun kami membuka diri satu sama lain, saling mendoakan dan saling mengolok-olok satu sama lain.

Tapi tahun ini kami absen melakukannya. Kondisinya sedang sedikit berbeda karena Bapak sedang tidak dalam kondisi yang sehat. Bapak yang  selama 53 tahun hidupnya tidak pernah berhenti bekerja keras, sudah beberapa hari terkulai lemah di atas tempat tidur.

Baca selanjutnya.. :)

Lampu Sein

Tugasnya mulia sekali. Orang-orang yang berkendara di belakang akan waspada dan hati-hati jika lampu sein sudah berkedip. Artinya si empunya kendaraan akan berjalan pelan dan akan berbelok ke dua arah, antara ke kanan dan ke kiri.

Tapi tadi pagi, saya cukup dibuat kesal oleh lampu sein. Sebenarnya sudah cukup sering, namun tadi pagi jumlahnya lebih banyak daripada biasanya. Dan itu menjengkelkan.

Baca selanjutnya.. :)

Karena Saya Butuh Tertawa


Terbiasa bisa karena suka. Suka juga bisa karena terbiasa.


Beberapa bulan belakangan, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dengan sebegitu banyaknya permasalahan yang ada di rumah, rasanya agak lama juga kehilangan momen-momen untuk tertawa. Tersenyum mungkin sering, tapi tidak tertawa.

Sampai beberapa minggu yang lalu, saya tersadar bahwa saya tidak boleh tinggal diam. Karena masih tidak memungkinkan untuk kongkow bareng teman-teman, akhirnya saya lebih memilih media sosial sebagai media saya untuk mencari hiburan. Saya mulai lebih banyak follow orang-orang yang saya anggap lucu dan cukup akrab dengan mata saya.

Baca selanjutnya.. :)

Cerita di Balik Kreasi (satu)

Selamat Hari Minggu... :)

Ini adalah pertama kalinya saya ingin membagi kisah tentang sebuah kegiatan bernama mendaur ulang. ^^ Kenapa saya tiba-tiba seperti ini? Ahh.. tidak tiba-tiba juga, sih. Kebetulan teman-teman EHKotaBatu memang sedang banyak-banyak berkreasi dengan barang bekas. Ya biar barang bekasnya tidak hanya berakhir menjadi sampah, tetapi juga bisa menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis.

Baca selanjutnya.. :)

Empat Pekan dengan Semangat Hitam, Biru, dan Hijau

Hari ini satu bulan yang lalu, tidak ada yang begitu spesial. Hanya sebuah sms yang datang dengan begitu besemangat. Ada apa?? Ada jarkom dari komunitas serba hitam yang baru saya ikuti. Jangan berfikiran buruk dulu! Hitam itu wallpaper gadget-nya dan kaos kebesaran mereka. Yaa.. nggak semua juga sih menerapkan hal yang sama, yang jelas, wallpaper hitam atau gelap memang jadi alternatif mereka untuk menghemat energi. Aha!! Ketahuan deh, siapa yang sms. Ya! Mereka Earth Hour Kota Batu. Alasan mengapa saya ada di antara mereka ada di postingan sebelum ini [di sini]. Jarkom itu isinya mengingatkan kegiatan esok hari yang cukup menyenangkan bagi saya.


Baca selanjutnya.. :)

Cerita di Balik Hitam Baru..

Beberapa hari ini, eh, mungkin minggu, dunia saya mulai berputar kembali. Tapi bukan berarti sebelumnya dunia saya berhenti berputar juga sih. Ada semangat dan harapan berputar-putar di kepala saya, intinya. Dari semangat berolahraga rutin, walaupun hanya di hari Minggu dan hanya lari-lari kecil mengitari alun-alun Kota Batu, sambil sesekali ikut senam sampai keringat mengucur. Sampai bersemangat berhemat seperti sewaktu masih di bangku STM.


Sederhana sih, sejak kuliah, saya merasa agak berubah, terutama lingkungan sih ya. Di STM, kebetulan yang menarik, saya selalu berada di antara teman-teman yang bersahabat dengan lingkungan, kecuali kalau sedang makan bersama, sih. :)

Baca selanjutnya.. :)

Apresiasi dan Media

Kita sedang membutuhkan ruang apresiasi. Iya. Mengapresiasikan prestasi yang telah diraih oleh anak bangsa. Indonesia tidak hanya berisi orang-orang yang sedang sibuk berebut "kursi" dan segala tetek bengek "permainan"nya. Indonesia sesungguhnya dihuni oleh mereka-mereka yang kaya akan prestasi dan saat ini sangat membutuhkan ruang apresiasi (menurut saya). Sudah terlalu banyak hal-hal yang berpengaruh negatif yang jadi langganan program televisi. Tidak dapat dipungkiri, televisi menjadi media yang sangat berpengaruh terhadap pemikiran seseorang, apalagi jika ia tidak mengerti benar tentang "industri" yang ada di belakang televisi.

Baca selanjutnya.. :)

Air Bah!! Sampah dan Kita


Hujan dan banjir.
Topik yang hangat akhir-akhir ini. Menurut siklus musim di Indonesia, Oktober-Maret adalah musim penghujan. Tak ada daerah di Indonesia yang tidak merasakan hembusan air yang turun dari langit tersebut. Berbagai macam reaksi penyambutan atas hujan pun beragam. Kecewa, sedu, senang, dan berbagai kata sifat lainnya.

Baca selanjutnya.. :)

Jogja dan Istimewa!! ^^ (empat-terakhir)



Haii Jogja!!

(lanjutan cerita dari judul sebelumnya)

Mungkinkah kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarlah kupeluk erat dirimu
Tuk melepas semua kerinduanku…
Kau ku sayang, slalu ku jaga slamanyaaaa….

Baca selanjutnya.. :)

Jogja dan Istimewa!! ^^ (tiga)



Haii Jogja!!

(lanjutan dari judul sebelumnya)

Berangkat ke Maiyahan, kita bersemangat!! Pak Penyo menyediakan akomodasi berupa mobil mewah untuk kita berangkat ke sana. Waktu itu cuma berenam. Mbak Hayu masih ada di kampungnya, sedang Mbak Mia harus istirahot di rumah, soalnya besoknya mau ikut karnaval. ^^ Pak Arif yang membawa kita ke tempat Maiyahan. Sampai di tempatnya, kita nggak langsung ke TKP, tapi nangkring di angkringan dulu. Demi menyambut kita,

Baca selanjutnya.. :)

Jogja dan Istimewaa!! ^^ (dua)



Hai Jogjaa...

(lanjutan dari judul sebelumnya)

Sebelum malam mulai merangkak naik, dan hujan belum mengguyur Jogja, basecamp kedatangan penghuninya. ^^ Mbak Hayu, Mbak Mia, Mbak Peppie satu persatu hadir di kantor dominasi warna soklat itu. Suasana makin rame yak?? Iya bangeeettt.. ^^ 

Hujan mulai meninggalkan malam Jogja,

Baca selanjutnya.. :)

Jogja dan Istimewaa!! ^^ (satu)

Haii Jogja!!!

Apa yang kamu tahu tentang Jogja? budaya, musik, keraton, jawa, kalem. Itu semua memang Jogja. Tapi ada satu lagi Jogja bagiku. Letto dan segala asa. Dari Letto banyak yang bisa ku dapat, termasuk kawan-kawan yang sangat luar biasa. Dan inilah cerita kami. ^^

Liburan dan berlibur itu kalau salah satunya ilang, gak siipp rasanya. Apalagi namanya long weekend.. ogah banget kan kalo di rumah ajaa,,, nah itulah yang mendasari manusia-manusia untuk liburan.

Baca selanjutnya.. :)

Korupsi dan Aku!!

Korupsi.. Korupsi. Korupsi. Setiap hari, suka tidak suka kita selalu dijejali berita-berita tentang perbuatan yang sangat terkutuk itu. Dalam hati kadang merasa bosan dengan pemberitaan-pemberitaan itu, tapi ketika masyarakat merasa bosan itu malah akan membuat korupsi menjadi hal yang biasa saja. dan sudah lumrah. Memang menjadi PR besar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membebaskan negeri tercinta kita ini dari praktek-praktek korupsi.

Baca selanjutnya.. :)

Nonton Cahaya, ketemu Cahaya


Tanggal 20 September 2012 ada apa hayoooo...??? Buanyaakkk.. Di Jakarta ada coblosan Pilkada putaran kedua. Ada juga musyawarah nasional PBSI. Ada juga ulang taun teman saya, tapi saya males ngucapinnya. :p Tapi yang penting dari yang penting, tanggal 20 adalah hari lahirnya film Rayya, Cahaya di Atas Cahaya ke bumi Indonesia Rayya. Yeeeee..penantian panjaaang.. Akhirnya lahir jugaa..

Singkat cerita, akhirnya nonton bertiga.. with Arin + Nabil dan digratisi pula.. dapet voucher dari Pic[k]lock Production.. :)

Baca selanjutnya.. :)

Tawa yang bermimpi ... (bab 2) .. Mimpinya tertawa riang..


Sampe juga di hari keduaa.. :)
Hoaaaaa.. lelah dan senang campur aduukk.. :) Arin uda pules! Aku? Masih oret-oret buku! Maping banyak hal! *alasan* Dan baru tidur jam setengah 3 lebih banyak!! Jam 5 lebih denger alarm’nya Arin! Dan ostomastis kebangun! Abis itu nganterin Arin pulang (lebih tepatnya keluar rumah!) hehehe.. Trus gak bisa tidur lagiii.. Tidur apa itu cuma segitu ajaaaa!! :((

Baca selanjutnya.. :)

Tawa yang Bermimpi… (bab 1) … Perjalanan tawa


*cerita ini BUKANLAH cerita fiktif belaka. Semua tokoh maupun kejadian yang terjadi dalam cerita ini adalah BUKAN karangan dan ASELI terjadi di dunia nyata.. Kalau terjadi ke-ALAY-an silahkan menghubungi dokter terdekat!! Lebih disarankan dokter jiwa*
Ceritanyaa diawali dari smsnya Arin yang tiba-tiba dan cuma nanya Hari Senin ada acara nggak?

Baca selanjutnya.. :)

Hanya tentang Tas Ransel Hitam di Masa Kuliahku

Ketika menjalani masa perkuliahan,, rasanya sama sekali tak ingin merubah diri dengan tetek bengek yang berhubungan dengan aksesoris yang berlabel mahasiswa. Diluaran sana wanita-wanita yang punya masa aktif sebagai mahasiswi, aku melihat mereka berbeda denganku. Ah.. lebih tepatnya aku yang berbeda dengan mereka. (mataku melihat mayoritas). Dan yang mungkin menjadi salah satu identitas mahasiswi adalah tas kelek (baca: ketiak - yang kalau bawanya cukup "digepit" di ketiak saja cukup .. :) ) .. Dulu pernah ada seorang teman yang sengaja memberikan hadiah (setelah kembali sejenak dari perantauannya) sebuah tas ketiak buesaaaarrr warna biru. Lucu sih warnanya.. Tapi bentuknya itu lho.. Oh megot.. Ibu liat tasnya senyum-senyum, apalagi ngeliat aku make itu... waaaooooowwwww... apa bentukku nanti.. :) hihihi...

Baca selanjutnya.. :)

cerita tak bercerita... hanya biar tak jadi emosi sendiri.. episode 03

Kembali lagi berkeluh kesah.. Duh... kasihan sih gerai saya ini... pasti akan banyak keluhan.. termasuk saat ini...
ish ish ish...

Kali ini ingin bercerita tentang Bapak D.. Ngeluh teramat sangat sebenarnya.. Apa yaa?? Awal pertemuan sebenernya sempet gak mikir aneh-aneh. Walaupun rada aneh juga tapi sempet merasa senang karena setidaknya dia orang UKM "tiiiiit" (disensor .. gak boleh sebut merk.. hehe) dan kenal dengan seseorang saya, jadi saya masih merasa aman dan berusaha nggak pemikiran yang aneh-aneh.

Beberapa kali pertemuan sebenernya nyaman sih nyaman.. orangnya cukup bisa membawa suasana... Tapi yang membuat kita (seluruh warga kelas) merasa terdholimi (hihihi... lebay deh..) adalah masuk kuliah jam satu.. tapi kok ya agak mengandung kepet dosen selalu datang lebih dari jam setengah dua.

Baca selanjutnya.. :)

cerita tak bercerita... hanya biar tak jadi emosi sendiri.. episode 02

Berlanjut lagi di gerai tidak berdosa saya ini.. Sekali lagi untuk mengomel.. Bukan ahh.. menggerutu saja namanya.. biar nggak jahat kesannya. Loh.. memangnya ngaruh? Hehehe..

Dari yang sebelumnya, saya sih akhirnya merasa bersyukur nggak jadi pindah konsentrasi. Karena konsentrasi J itu dihuni oleh orang-orang yang dari kotak itu.. Walaupun saya sampai sekarang masih kesal sih.. Tapi berujung baik kok.. saya senang berada di sana.. Hai hai hai…

Oiya.. sekalian saya mau mengucapkan turut berbela sungkawa atas telah berperginya Profesor Hamidi menghadap Tuhan yang lebih dulu. Kehilangan salah satu dosen luar biasa di tengah carut marutnya jurusan ini.. Semoga Bapak tenang di sisiNya.. dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Selamat jalan pak.. Kami selalu mendo’akan bapak dan berterima kasih atas segala pengalaman yang sangat berharga selama ini.. Makasih ya pak… 

Oke.. berlanjut ke mengandung U lagi. Uneg-Uneg!!

Baca selanjutnya.. :)

About this blog

"Don't start with seeing, start with believing..."
-Master's Sun-

SayaSayaSaya

Foto Saya
metrika
perempuan yang sedang bermetamorfosa jadi semut keciill.. ^^
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Categories

Followers