Sebuah Cerita Ungkapan Ceria

"let's walk through this journey of life together" - RM

cerita tak bercerita... hanya biar tak jadi emosi sendiri.. episode 02

Berlanjut lagi di gerai tidak berdosa saya ini.. Sekali lagi untuk mengomel.. Bukan ahh.. menggerutu saja namanya.. biar nggak jahat kesannya. Loh.. memangnya ngaruh? Hehehe..

Dari yang sebelumnya, saya sih akhirnya merasa bersyukur nggak jadi pindah konsentrasi. Karena konsentrasi J itu dihuni oleh orang-orang yang dari kotak itu.. Walaupun saya sampai sekarang masih kesal sih.. Tapi berujung baik kok.. saya senang berada di sana.. Hai hai hai…

Oiya.. sekalian saya mau mengucapkan turut berbela sungkawa atas telah berperginya Profesor Hamidi menghadap Tuhan yang lebih dulu. Kehilangan salah satu dosen luar biasa di tengah carut marutnya jurusan ini.. Semoga Bapak tenang di sisiNya.. dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Selamat jalan pak.. Kami selalu mendo’akan bapak dan berterima kasih atas segala pengalaman yang sangat berharga selama ini.. Makasih ya pak… 

Oke.. berlanjut ke mengandung U lagi. Uneg-Uneg!!
Apa ya yang mau dituliskan sekarang? Hmmm… Oke.. Tentang ini aja.. Sebelumnya sedikit tentang dosen.. sekarang membahas tentang jurusan ajja mungkin ya.. Sudah jadi rahasia umum kalau jurusan ini menjadi salah satu jurusan dengan biaya masuk terbesar. Ada yang aneh di sana. Kok apa yang kita bayar nggak sebanding dengan yang kita dapatkan ya? Misalnya saja tempat yang dinamakan Laboratorium. Laboratorium ini kan tempatnya praktikum ya..? Contoh saja Lab yang isinya computer semua itu. Kok gak uimbang banget antara jumlah computer dan jumlah orangnya. Pernah ada solusi dibagi kloter, tapi tetap ajja nggak muat tuh. Banyak yang akhirnya berceceran di belakang. Tak melakukan apapun kecuali mengobrol atau terkadang memandang layar dengan mata terpaku. Sudah gitu ditambah lagi dengan semakin hari semakin banyak computer yang tidak dapat dipakai. Lak genteng a.. (Gak mau pake istilah gendeng.. hehe..) Dan yang lebih membahagiakan lagi, apa yang diajarkan di sana hanya deretan depan saja yang paham. Karena sisanya sangat mengandung tidak kedengaran dan tidak jelas dengan apa yang disampaikan oleh asslabnya. Loh padahal kan yang ngajar dosen kan ya? Tapi ya gitu lah… Jurusan luar biasa kok.. hahahaiiii… Ada lagi nama lab’nya Teater Mini. Tapi kita selalu merasa aneh berada di sana. Hmm.. Sound yang harusnya berfungsi dengan baik, padahal udah guedhe-guedhe setengah mati, lha kok ga bisa dipake.. Ada ajaaa yang gak bisa. Mau pinjem alat yang notabene untuk proses belajar mengajar di perkuliahan lho lhakok alasannya alatnya masih belum bisa keluar. Lha keluarnya kapan pak’e?? Masak buat kuliah gak boleh sih? Sungguh super duper aneh…

Apa ya.. Sepertinya yang dirasakan oleh saya juga dirasakan oleh teman-teman saya. Buktinya belajar di Lab pun tak memberikan semangat kepada kita. Malah semakin malas-malasan. Karena merasa tak mendapatkan apapun selain absen. Datang ke sana hanya untuk meleburkan kewajiban datang untuk mengisi absen. Luar biasa kan? Entahlah. Apa karena kami yang tak bisa memerhatikan, dosen atau metode yang dipakainya. Yang jelas sama sekali tak bersemangat mengikuti kegiatan di sana.

Dasar..

Hmm..
Sekian dulu yaaa…
Sampai nanti sampai mati…
Kita akan bertemu lagi di ruang rindu… 

0 komentar:

Posting Komentar or Reply Comment

About this blog

"Don't start with seeing, start with believing..."
-Master's Sun-

SayaSayaSaya

Foto Saya
metrika
perempuan yang sedang bermetamorfosa jadi semut keciill.. ^^
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Followers