Dari deretan angka dan huruf itu rasanya enggan meninggalkan dan ditinggalkan. Dari peluh yang sudah di tengarai karena diri yang tak kunjung bisa paham diri, ia dengan angkuhnya dating dan pergi sesuka hatinya. Dasar tak tahu hati lain, padahal ia tahu sejak kapan ia mengisi ruang itu, dan kapan ia ada di sana. Tapi tak kuasa ia memberikan rasa sakit. Seperti de javu. Sakit dengan cara yang sama datang lagi. Tanpa ia sadari bahwa luka menganga yang dulu sudah ia obati dengan pelan-pelan kembali ia buka. Kok ya harus seperti itu lagi seeee??? Bukan aku tak mau sakit hati. Aku sadar betapa aku selalu membuatmu marah dan selalu tak mengerti mu…
Ruang yang hanya terisi kamu itu akan terisi kamu. Mana mungkin aku bisa menggantimu sedang hatiku masih utuh dan secara sadar berkiblat ke arahmu.
Masih dan akan tetap sama
Kau, Aku dan Obsesiku
Sampai Nanti, Sampai Mati
Masih tersimpan RUANG RINDU...
Cinta, Bersabarlah...
N 4390 JT
Diposting oleh
metrika
at
Jumat, 16 September 2011
Label: alkisah , cerita pendek

0 komentar:
Posting Komentar or Reply Comment