Bagaimana kalo tiba-tiba harus dipertemukan kembali dengan mantan pacar dan hati sedang berada pada konflik luar biasa karena terlalu menaruh hati kepada seseorang? Riang pasti yaa.. Bisa berjumpa lagi dengan yang dulu pernah mengisi hati. Sebelum bertemu memang sudah paham akan statusnya dan rencananya, tapi tak tahu kenapa semangat untuk bertemu dengannya memang ada. Gila kan?
Bertahun-tahun sudah melupakan kisah sedemikian rupa, dan menghadirkan cinta-cinta yang lain, luluh lantah ketika dia mengatakan alasan yang sebenarnya dari selesainya kisah kita di masa lampau itu. Tiba-tiba ingin memberikan klarifikasi dari alasannya. Tapi sudah tak penting lagi. Tak boleh kalo kata kawan-kawanku. BAHAYA!! Ya sudahlah yaa.. Yang terbesit dalam kepala saat itu adalah yang penting bisa ketemu. Hehehehe,,
Pada suatu masa yang luar biasa.. halah.. Komunikasi itu kembali terjalin dengan baik. Malah semakin hangat sejak aku berada dalam masalah yang besar dengan seseorangku. Dengan sabar ia memberiku semangat dan keyakinan untuk bisa kembali hangat lagi dengan seseorangku. Tapi kenyataannya, di sisi lain aku dipaksa menyerah oleh seseorangnya. Padahal sejujurnya tak ingin. Ada hati lagi sepertinya. Tapi apa boleh buat. Rencananya terlalu keji untuk aku saksikan.
Dan saat itu, keadaan yang memaksaku dan sedikit aku paksa juga untuk mempertemukan aku dengannya. Awalnya rencana itu hanya untuk ke rumahnya saja, tanpa harus bertemu dengannya. Pingin mengulang sejarah kasih sayang yang begitu besar dari keluarganya. Dasar keluarga yang sangat hangat!! Ealah.. ternyata Tuhan berkehendak lain, karena sesuatu hal yang sudah direncanakan kawanku, rencana untuk datang ke rumahnya agak sedikit diperlambat. Ah.. dasar sialll… Masih parkir motor saja deg-degannya luar biasa. Aku tahu, kemungkinan dia ada di rumah di jam-jam segitu sangatlah besar. Untungnya aku ditemani, aku tak tahu apa yang akan terjadi kalau sendirian. Hah.. siaalll.. hahaha…
Perlahan-lahan mulai memberanikan diri berjalan ke arah rumahnya. Belum sampe pintunya, ndilalah dia keluar dari rumah. Haaahhhh.. Kok ya tetep aja sih mas ini.. Aku senang aku senang aku senang… Aku sebaalll… Dia tersenyum eee.. hehehe… Temanku mengawali bersalaman. Aku ikut aahhh.. #bukanDalamRangkaGanjenTapiHarus… :p Tangannya hangaaaaattt… :p Beberapa detik aku membandingkan dengan salamannya temanku, kok agak lama yaa,, aw aw aw… :p Karena sudah dipersilahkan masuk,masuk lah sayaaa…
Karena tujuan utama ke situ adalah memberikan undangan yang dititipkan, untuk kurang lebih lima menit pertama yang menjadi perbincangan adalah tentang undangan itu. Lima menit kemudian, adek dan ayahnya masuk rumah. Yang pertama dilihat tentu temanku dan ketika mengarahkan pandangannya ke arahku, aku tahu pasti kaget. MAU APA ANAK INI KESINI LAGI? hehehe… Ampun… Dan rupanya beliau menganggap yang aku antar adalah undanganku. hahaha… Beberapa saat kemudian, neneknya keluar. Astagaaa… Aku kangen sosok itu… Dan lagi-lagi aku melihat raut muka yang kaget ketika melihatku. Ibunya pas keluar pun sama-sama kaget. Di dalam pikiranku tiba-tiba terbesit pikiran, kangen aku a bu, mbah, pak? hahaha… :p
Singkat cerita, hanya sesekali ia mengarahkan pandangnya kepada ketika berbicara padaku. Mungkin ia melihat dari mataku bahwa masih ada sisa-sisa sayang yang belum terbuang dengan maksimal, makanya dia memilih untuk tidak melihatku. Haissshhhh.. geer.. hahaha… Masih sama suka mengolokku… Masih sama suka memperhatikan hal terkecil yang aku lakukan.. Masih sama suka berkomentar aneh.. Masih samaaaaaaaa…
Dan karena waktu sudah menunjukkan malam telah datang, pamitlah kami. Yang pertama ke neneknya. Oh tidak… Masak disuruh nginep?? hahaha.. siall.. Kalo aku mau gimana hayoo?? :p Karena orangtuanya di dalem rumah, pamitan ke dia dulu lah yaaa… Salaman. Temenku salaman seperti jaman masih sekolah dulu.. sengaja dibunyiin. Dan singkat lhoo… Tibalah waktuku.. Lhakok ndilalah.. salamannya lho lama, hangat, dan sempet nggak dilepas.. Pas mau dilepas, dia bilang, “Kurusan lho.. Sing akeh maem…” Woiiisssshhhh… opo itu maeng? Sebelumnya aku bilang aku kurusan, katanya aku memfitnah diriku sendiri. Trus dibilangi gitu, aku yo senyum-senyum taaa.. :p
Sudahlah.. Kami pamitan ke orangtuanya.. Aku fikir sih nggak akan terjadi apa-apa… Mereka lho malah membuatku tak berdaya dengan mengantarkan kami kedepan rumah. Sampe kami benar-benar sudah pulang. Ya kalo seorang dua orang sih gak papa.. Ini seluruh anggota keluarganyaaaa.. Ya Tuhan.. Saya jadi berharap kembali lhooo…
Rasanya indah sekali… Memang hangat sekali keluarga itu… Andai saja keluargaku sehangat itu…
Sampe rumah pun indahnya masih terasa…
Dan seolah-olah disuruh sadar kembali, dalam mimpiku, dia dan seseorangnya datang… Kemudian disambut oleh seseorangku… Dan sekarang aku benar-benar tak mengerti, memang masih ada sisa-sisa sayang kepadanya yang muncul karena aku berada di antara gamang luar biasa bersama seseorangku. Dan rasa sayangku kepada seseorangku itu sangat besar memang. Tapi terlalu sakit untuk dirasakan. Seballl..
N 4390 JT
.. aku masih menyayangimu lhooo…
Ragu, Katanya...
Diposting oleh
metrika
at
Jumat, 09 Desember 2011
Label: alkisah

0 komentar:
Posting Komentar or Reply Comment