Sebuah Cerita Ungkapan Ceria

"let's walk through this journey of life together" - RM

Marah-marah sejenak... Maaf...

Untuk sejenak, timbul keinginan untuk mengurungkan niat untuk masuk di komunitas itu. Bukan karena faham yang mereka anut ataupun karena merasa tak cocok dengan kepribadian mereka. Tapi untunglah hanya sejenak dan tak sampai merasuki akal sehatku. Aku masih bisa berfikir dengan kepala dingin. Aku masih ingat mimpi-mimpiku, misi-misiku, dan semua hal yang masih dalam otakku yang belum sempat menjadi nyata. Aku juga tak mau serta merta meninggalkan ruang yang telah disisihkan oleh mereka untukku.

Adalah hanya seorang oknum yang sudah membuat emosiku benar-benar carut marut.
Aku harus mengakuinya, hebat dia, satu-satunya orang yang hanya dengan satu kalimatnya saja bisa membuatku jengkel, marah, mangkel, benci, dan berbagai kata-kata terkutuk lainnya. Tentu saja padanya, bukan pada orang lain. Sejujurnya, sudah sejak awal muak melihat tingkahnya, setiap sikapnya persis seperti temen2 lingkungan lamaku yang hanya bertujuan untuk mencari perhatian lawan jenis. Terlalu bosan aku melihat spesies jenis mereka. Yang ada dipikirannya hanya kesenangannya sendiri. Susah menerima orang lain terlebih jika orang itu mempunyai sisi-sisi yang lebih darinya. Terlalu bosan aku menebalkan telingaku, mencari filter paling tebal yang tak pernah sanggup di lewati suara bentuk apapun. Mulutnya itu lho... Bicaranya asal, khas anak-anak yang sekalipun tak pernah difikirkan dulu sebelum kare-kata itu diucapkan. Apa maksudnya sih dia berkata seperti itu, "kalian kan udah besar, udah bisa milih donk mana yang lebih PENTING??" .. Kalimat itu diucapkan dengan raut muka yang benar-benar SINIS. Sebelumnya mohon maaf, menurutku itu bukan kata-kata yang bijak bagi seorang organisatoris. Kenapa?? YA iyalaaaahhh... dianggap sedirinya aja yang penting?! HAlooo... Semua pilihan orang itu penting, tinggal bagaimana ia meletakkan prioritas-prioritas dalam kehidupan mereka.

Sekarang gini deh ya, mau gag sih orang itu dianggep gag penting. MEskipun yang bilang itu orang paling gag penting sedunia. Kesannya kaya ngerendahin banget sih, gag ngehargain banget. Apalagi kalau yang dituju itu sama-sama sebuah komunitas. Beh!!! Organisasi mana yang mau dianggap gag penting?? Gag ada... Semua pasti punya kepentingan sendiri-sendiri. Dan di balik semua organisasi pasti di dalamnya ada sebuah mimpi. Dan di masing-masing pilihan seseorang juga ada mimpi. Nggak bijaksana banget kalau kita menyepelekan mimpi orang lain dengan perkataan menyakitkan seperti itu. Memang, perkataan itu relatif, seseorang bisa menilai baik atau buruk perkataan itu, dilihat juga dari kondisi psikis ia waktu itu. Yang perlu digaris bawahi, ini sebuah perasaan penulis yaity saya yang benar-benar tak bisa terima dengan perkataan seperti itu.

Alangkah indahnya jika jalannya sebuah komunitas itu dengan saling menghargai baik dengan satu komunitas ataupun dengan komunitas yang lain, bukan yang hanya mementingkan komunitasnya sendiri dan menganggap komunitasnya di atas segala-galanya. Bukankah akan indah akhirnya jika memikirkan dulu apa-apa sebelum berbicara. Bukan hanya untuk menjaga dan menghormati perasaan orang yang di ajak berbicara tapi juga untuk melatih kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar.

0 komentar:

Posting Komentar or Reply Comment

About this blog

"Don't start with seeing, start with believing..."
-Master's Sun-

SayaSayaSaya

Foto Saya
metrika
perempuan yang sedang bermetamorfosa jadi semut keciill.. ^^
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Followers